Pusat Riset Kehutanan Universitas Syiah Kuala (USK) menjalin kerja sama dengan Olam Food Ingredients (OFI) dalam sebuah kegiatan pengambilan data lapangan yang berfokus pada sistem naungan, estimasi cadangan karbon, dan produktivitas tanaman kopi. Kegiatan tersebut melibatkan enam orang mahasiswa yang terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi Kehutanan dan tiga mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Keterlibatan mahasiswa dari dua disiplin ilmu yang berbeda mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam mengkaji sistem agroforestri kopi secara menyeluruh. Kegiatan berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak tanggal 15 hingga 24 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk konkret sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan industri dalam mendukung riset terapan di sektor perkebunan kopi rakyat.

Kegiatan pengambilan data dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi kopi arabika terbesar di Provinsi Aceh. Lokasi pengambilan data mencakup tiga kecamatan dengan enam desa yang tersebar di dalamnya.

Data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini terdiri atas tiga komponen utama, yaitu data naungan kopi, tanaman kopi, dan hasil perhitungan biji kopi. Data naungan kopi diperlukan untuk mengetahui kondisi tajuk pohon pelindung yang menaungi tanaman kopi, sekaligus menjadi dasar bagi estimasi cadangan karbon pada sistem agroforestri di masing-masing kebun. Tanaman kopi mencakup kondisi umum tanaman kopi di lahan petani yang menjadi lokasi pengamatan. Adapun perhitungan biji kopi dilakukan untuk memperoleh gambaran produktivitas kopi pada setiap kebun yang disurvei. Ketiga jenis data tersebut saling melengkapi dalam menggambarkan hubungan antara sistem naungan agroforestri, potensi cadangan karbon, dan tingkat produktivitas kopi di wilayah tersebut.

Pelibatan mahasiswa Kehutanan dan Agroteknologi secara bersamaan memberikan perspektif yang lebih lengkap terhadap objek kajian. Mahasiswa Kehutanan berperan dalam pengamatan aspek vegetasi naungan, struktur tegakan pohon pelindung, dan estimasi cadangan karbon yang tersimpan di dalamnya. Mahasiswa Agroteknologi berfokus pada aspek budi daya, kondisi agronomis, dan produktivitas tanaman kopi. Kolaborasi lintas program studi ini memungkinkan data yang dihasilkan lebih komprehensif dibandingkan bila kegiatan hanya dilakukan oleh satu disiplin ilmu. Pendekatan semacam ini juga melatih mahasiswa untuk bekerja secara interdisipliner, sebuah keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam riset agroforestri kontemporer.

Kerja sama antara Pusat Riset Kehutanan USK dan OFI diharapkan dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan riset berikutnya. Data yang telah dikumpulkan di Kabupaten Bener Meriah berpotensi menjadi dasar bagi kajian lanjutan mengenai pengelolaan naungan kopi yang optimal, baik untuk kepentingan estimasi karbon maupun peningkatan produktivitas. Hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi petani kopi di enam desa lokasi penelitian melalui rekomendasi pengelolaan kebun yang lebih baik. Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku industri seperti ini menjadi contoh penting bagaimana riset akademik dapat berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan sektor perkebunan kopi di Aceh, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

Categories:

Tags:

Comments are closed